
Ketua DPC GRIB Jaya Lampung Tengah Dukung Aksi Tolak Armada Batu Bara di Bukit Kemuning
Bandar Lampung — Ketua DPC GRIB Jaya Lampung Tengah, Andriansyah, yang juga tokoh adat Terbanggi Besar, menyatakan dukungan penuh terhadap aksi penolakan armada angkutan batu bara yang melintas di jalan umum wilayah Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.
Sebagai perwakilan masyarakat Lampung Tengah, Andriansyah secara langsung menyambangi Posko GRIB Jaya Lampung Utara untuk memberikan dukungan moral kepada jajaran GRIB Jaya dan masyarakat setempat yang tengah melakukan aksi penolakan terhadap operasional truk batu bara di jalan umum.
Menurut Andriansyah, keberadaan armada batu bara yang melintasi jalan umum selama ini telah merugikan masyarakat, mengganggu kenyamanan, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Aktivitas armada batu bara ini sangat mengganggu masyarakat saat beraktivitas dan sudah banyak memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat konvoi. Kondisi jalan yang bergelombang di sisi kiri membuat pengendara motor maupun mobil menjadi tidak stabil,” ujar Andriansyah.
Ia menegaskan, aksi yang dilakukan masyarakat dan ormas GRIB Jaya merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan publik.
“Saya mewakili masyarakat Lampung Tengah memberikan dukungan penuh dan berharap aksi mulia ini dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif. Kami juga berharap Aparat Penegak Hukum serta Pemerintah Provinsi Lampung dapat mendukung aksi ini sampai tuntas,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung, Herman, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan di ruas Jalan Lintas Sumatra, Bukit Kemuning, berjalan berdasarkan aturan yang berlaku.
“Aksi ini kami lakukan berlandaskan aturan dan Pergub. Ini murni menyuarakan aspirasi masyarakat, sehingga kami berharap seluruh pihak dapat mendukung agar kegiatan berjalan kondusif,” kata Herman.
Herman juga menyampaikan pentingnya dukungan lintas elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Kami sudah menyampaikan kepada tokoh pemuda Bukit Kemuning, termasuk saudara Arnol, agar seluruh elemen masyarakat saling mendukung. Baik tokoh pemuda, tokoh adat, masyarakat, maupun rekan-rekan dari PP dan Paku Banten, mari bersama-sama menjaga solidaritas dan ketertiban,” lanjutnya.
Terkait pengamanan, Herman meminta Aparat Penegak Hukum yang bertugas di lokasi aksi agar membantu menjaga ketertiban lalu lintas secara adil dan proporsional.
“Kami mohon kepada Polsek Bukit Kemuning untuk membantu ketertiban di jalan. Jangan sampai yang diawasi justru ormas yang menyampaikan aspirasi, sementara armada bermuatan batu bara yang menjadi persoalan keselamatan dibiarkan. Aksi ini justru dilakukan karena adanya aturan yang harus ditegakkan,” tegas Herman.
Ia menambahkan, dukungan dari seluruh instansi terkait seperti kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan sangat dibutuhkan demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan kepentingan masyarakat luas.
Red.BE BERSUARA